Salat Jenazah Peringati April Makassar Berdarah

Sejumlah mahasiswa melakukan teatrikal salat jenazah sebagai simbolis matinya demokarasi saat memperingati April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (24/4/2019). (Foto-foto: Arfa Ramlan/Rakyatku.com)
Sejumlah mahasiswa melakukan teatrikal salat jenazah sebagai simbolis matinya demokarasi saat memperingati April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (24/4/2019). (Foto-foto: Arfa Ramlan/Rakyatku.com)
Sejumlah mahasiswa melakukan teatrikal salat jenazah sebagai simbolis matinya demokarasi saat memperingati April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (24/4/2019). (Foto-foto: Arfa Ramlan/Rakyatku.com)
Sejumlah mahasiswa melakukan teatrikal salat jenazah sebagai simbolis matinya demokarasi saat memperingati April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (24/4/2019). (Foto-foto: Arfa Ramlan/Rakyatku.com)
Sejumlah mahasiswa melakukan teatrikal salat jenazah sebagai simbolis matinya demokarasi saat memperingati April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (24/4/2019). (Foto-foto: Arfa Ramlan/Rakyatku.com)
Sejumlah mahasiswa melakukan teatrikal salat jenazah sebagai simbolis matinya demokarasi saat memperingati April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (24/4/2019). (Foto-foto: Arfa Ramlan/Rakyatku.com)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sejumlah mahasiswa melakukan teatrikal salat jenazah sebagai simbolis matinya demokarasi saat memperingati April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (24/4/2019).

Usai melakukan salat jenazah sejumlah mahasiswa kembali melakukan long march dari kampus UMI menuju kompleks pemakaman Islam Panaikang, untuk berziarah ke makam para mahasiswa yang menjadi korban pada tragedi itu.